Pasang IKLAN

Mau Pasang iklan?? 30rb/bulan. berminat kirim email ke hadisucipto1989@yahoo.com. Atau isi coment untuk memesan tempat.


Selamat Datang di Blog Gery Casakom Tempat Belajar Bersama Berbagi Ilmu dan Pengalaman
free counters
ShoutMix chat widget

Senin, 24 Mei 2010

Apa Keuntungan dan Resiko Berinvestasi di Saham ?

Pada dasarnya semua pilihan investasi
mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau
resiko di sisi lain. Seperti tabungan dan deposito di
Bank memiliki resiko kecil karena tersimpan aman di bank, tetapi
kelemahannya adalah keuntungan yang lebih kecil dibanding potensi
keuntungan dari saham. Investasi di properti (rumah dan tanah)
semakin lama harganya semakin tinggi, tetapi juga beresiko apabila
tergusur atau terjadi kebakaran, sedangkan usaha sendiri (wiraswasta) beresiko bangkrut / pailit sementara investasi di
emas memiliki resiko harga turun.





Khusus untuk saham, peluang keuntungan dan resiko yang mungkin timbul antara lain :


KEUNTUNGAN


1. Capital Gain


Yaitu
keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari
nilai beli saham. Misalnya sewaktu membeli nilainya Rp 2.000,- per
saham dan kemudian dijual dengan harga Rp 2.500,- Jadi selisih yang
sebesar Rp 500,- ini disebut Capital Gain.


Saham adalah surat berharga yang paling populer diantara surat
berharga yang ada di pasar modal. Kenapa ? Karena bila dibandingkan
investasi lainnya, saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan return atau keuntungan yang lebih besar dalam
waktu relatif singkat (high return).


Selain hight return, saham juga meliliki sifat high risk yaitu suatu ketika harga saham dapat juga melorot secara cepat,
atau sahamnya di delist (dihapuskan
pencatatannya) dari Bursa sehingga untuk jual-beli harus mencari
pembeli/penjual sendiri dan saham tidak memiliki harga patokan pasar.
http://www.sinergitika.com - Bersinergi Berbasiskan TI Powered by Mambo Generated:19 May, 2008, 19:15
Dengan karakteristik high risk high return ini maka pemodal
perlu terus memantau pergerakan harga saham yang dipegangnya, agar
keutusan yang tepat dapat dihasilkan dalam waktu yang tepat pula.





2. Dividen


Merupakan
keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya
tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham,
tetapi ada bagian yang ditanam kembali. Besarnya dividen yang kita
terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan
tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa perusahaan tidak selalu
membagikan dividen kepada para pemegang sahamtetapi tergantung kepada
kondisi perusahaan itu sendiri (khususunya berkaitan dengan keuntungan
yang diraih). Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja
dividen tidak akan dibagikan pada tahun berjalan tersebut.





RESIKO


1. Capital Loss


Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu
suatu kondisi dimana kita menjual yang kita miliki di bawah harga
belinya. Misalnya saham PT. ABC kita beli dengan harga Rp 2.000,- per
saham, kemudian harga saham tersebut mengalami penurunan hingga
mencapai Rp 1.400,- per saham.


Karena takut harga saham tersebut
akan terus menurun, maka kita kemudian menjual pada harga tersebut
sehingga kita mengalami kerugian sebesar Rp 600 per saham. Itulah
capital loss yang menimpa kita.


2. Resiko Likuidasi

http://www.sinergitika.com - Bersinergi Berbasiskan TI Powered by Mambo Generated:19 May, 2008, 19:15

Perusahaan
yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan atau
perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak kalim dari pemegang
saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan
dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih
terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka
sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.


Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka emegang
saham tidak akan memperoleh apa-apa. Ini merupakan resiko yang terberat
dari seorang pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut
untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang
sahamnya dimiliki.

http://www.sinergitika.com - Bersinergi Berbasiskan TI Powered by Mambo Generated:19 May, 2008, 19:15

MENGHITUNG
KEUNTUNGAN SAHAM
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 712/XIV
Pak Safir yang terhormat,
Saya seorang ibu rumah tangga yang awam akan saham dan baru-baru ini ikut andil dalam pembelian saham perdana Indosiar, yang waktu itu saya membelinya satu lot (500 lembar). Per lembar Rp 640 dengan nilai seluruhnya Rp 325.000. Tanggal pembelian 19 Maret 2001. Dan yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Bagaimana cara mengetahui keuntungan/laba dari saham tersebut?
2. Bagaimana cara menambahkan saham tersebut?
3. Bagaimana cara menghitung keuntungan dari saham tersebut?
4. Bagaimana cara menjadi pemegang saham tetap?
Perlu diketahui, saham-saham itu semuanya atas nama anak sulung yang sekarang masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta.
Ny. F - Bekasi


Jawab:
Ibu F di Bekasi,
Selamat untuk Anda. Biarpun tidak banyak, paling tidak Anda sudah berani untuk belajar berinvestasi di saham. Di bawah ini, saya coba jawab pertanyaan Anda:
1. Untuk mengetahui keuntungan /laba dari saham Anda, lihat harga saham Indosiar tiap hari di media cetak atau elektronik (seperti di di Metro TV pada acara Market Review setiap hari).Pada tanggal 20 September 2001 lalu misalnya, harga saham IDSR (Indosiar Visual Mandiri) adalah Rp 700 per lembar saham.Kalau pada bulan Maret 2001 dulu Anda membelinya dengan harga Rp 640 per lembar sahamnya, ini berarti bahwa Anda sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 60 per lembarnya. Dengan demikian, bila Anda memiliki 500 lembar saham, total keuntungan yang Anda dapatkan setelah 6 bulan ini adalah Rp 60 X 500 lembar = Rp 30.000.
Bila dihitung, persentase keuntungan yang Anda dapatkan adalah:
(Rp 60 / Rp 640) X 100 = 9,375% selama 6 bulan.
Anda sudah memiliki keuntungan kenaikan harga saham yaitu sebesar Rp 60 per lembar saham atau total Rp 30.000, atau sekitar 9,375% (60/640) dalam 6 bulan.
2. Untuk menambah saham, Anda bisa membeli lewat dua macam cara. Cara pertama adalah dengan membelinya langsung ketika pertama kali saham itu ditawarkan oleh Indosiar di pasaran. Cara seperti ini disebut dengan cara membeli di pasar perdana. Biasanya masyarakat hanya diberi waktu beberapa minggu untuk bisa membeli di pasar perdana.
Tentu saja, bukan Indosiar yang akan langsung menawarkan saham tersebut, tapi ada agen penjual yang memang ditunjuk untuk mengurus penjualan itu. Jadi di sini, pasar perdana adalah pasar di mana saham itu dijual dari perusahaan penerbit saham kepada para investor, dan proses ini lazim disebut dengan istilah Initial Public Offering (IPO). Dan - sebagai penarik - maka perusahaan penerbit saham akan mengeluarkan edaran yang dinamakan prospektus, yaitu semacam laporan yang menggambarkan tentang seluk-beluk perusahaan tersebut dan bagaimana perkiraan keuntungan yang bisa didapatkan di masa depannya.
Nah, setelah masa penawaran perdana selesai, maka saham-saham tersebut - oleh masyarakat - bisa saling diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Jadi, bila Anda ingin membeli saham tetapi masa penawaran perdana saham itu sudah habis, Anda bisa membelinya lewat investor lain yang sudah memilikinya. Cara ini disebut membeli di Pasar Sekunder, dan transaksi saham di Pasar Sekunder ini - menurut peraturan - harus dilakukan di Bursa Efek.
Jadi, menjawab pertanyaan Anda, Anda bisa menambahkan kepemilikan Saham Indosiar Anda dengan membelinya lewat investor lain yang sudah memiliki saham tersebut. Anda bisa datang ke sebuah perusahaan sekuritas yang memiliki keanggotaan di BEJ, membuka rekening disana dengan menaruh uang sejumlah tertentu, dan pembelian saham Anda bisa dilakukan dengan menggunakan uang dari rekening itu.
3. Ada dua macam keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan berinvestasi di saham. Keuntungan pertama adalah keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari selisih harga jual dan harga beli saham Anda. Sebagai contoh, Anda membeli saham dengan harga Rp 640, dan beberapa bulan kemudian Anda bisa menjualnya kembali dengan harga Rp 700. Ini berarti, Anda mengalami keuntungan Rp 60 per lembar sahamnya. Keuntungan seperti ini disebut Capital Gain.
Tentu saja keuntungan itu hanya Anda dapatkan kalau harga saham tersebut memang naik di pasaran. Kalau harga saham tersebut di pasaran turun, misalnya dari Rp 640 menjadi Rp 600, ini berarti Anda merugi sebesar Rp 40,- per lembar sahamnya, dan ini disebut Capital Loss. Tentu saja, keuntungan dan kerugian tersebut baru benar-benar akan menjadi kenyataan kalau Anda menjual saham Anda. Kalau Anda tidak menjual saham tersebut, maka keuntungan dan kerugian itu baru sebatas perhitungan di atas kertas saja.
Keuntungan kedua yang bisa Anda dapatkan adalah berupa deviden. Deviden adalah pembagian laba yang diberikan kepada investor bila perusahaan mengalami laba. Secara sederhana, "laba" adalah keuntungan yang didapatkan perusahaan dengan cara mengurangi jumlah penjualannya dengan pengeluaran biaya dalam satu periode tertentu. Tapi perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan yang mengalami laba akan membagikan laba-nya kepada para investor. Bisa saja pembagian laba tersebut ditunda agar uangnya bisa dipakai untuk mengembangkan perusahaan sehingga kelak perusahaan bisa membagi deviden yang jauh lebih besar lagi.
4. Untuk menjadi pemegang saham tetap, caranya adalah memegang terus saham tersebut dan tidak menjualnya. Dengan demikian, Anda akan ikut memiliki hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Hanya biasanya Anda mungkin harus memiliki persentase saham sejumlah tertentu untuk bisa memiliki hak suara yang cukup berpengaruh dalam RUPS tersebut.
Itu saja dari saya bu. Pesan saya, coba juga untuk membeli saham perusahaan lain ya. Dengan demikian, Anda akan semakin banyak tahu tentang seluk-beluk dalam berinvestasi saham.


kembali
Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi

© 2000 Safir Senduk & Rekan

1 komentar:

Mengatasi radang tenggorokan mengatakan...

Makasih nih informasinya sangat bermanfaat sekali gan...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management